Reaksi perisiklik
Dalam kimia organik, reaksi
perisiklik adalah suatu jenis reaksi
organik di mana keadaan
transisi molekul memiliki suatu geometri siklik, dan reaksi
berjalan secara serentak. Reaksi perisiklik biasanya merupakan suatu reaksi penataan ulang.
Secara
umum, reaksi ini dianggap sebagai proses
kesetimbangan, walaupun memungkinkan untuk mendorong reaksi dalam
satu arah dengan merancang suatu reaksi di mana produk berada pada suatu
tingkatan energi yang rendah secara signifikan; hal ini disebabkan oleh
interpretasi unimolekular terhadap prinsip Le Chatelier.
Reaksi
perisiklik terkadang memiliki keterkaitan dengan proses radikal.
Beberapa reaksi perisiklik, seperti sikloadisi [2+2], 'kontroversial' karena
mekanismenya tidak secara definitif diketahui serentak (atau mungkin bergantung
pada sistem yang reaktif). Reaksi perisiklik juga sering memiliki analog dikatalisasi logam, walaupun biasanya
ini juga tidak secara teknis perisiklik, karena mereka melanjutkan
melalui zat antara yang distabilkan logam, dan
dengan demikian tidak serentak.
TIPE REAKSI PERISIKLIK
Kelas utama pada reaksi
perisiklik diantaranya:
Nama
|
Perubahan ikatan kimia
|
|
+ 1
|
-1
|
|
+2
|
-2
|
|
0
|
0
|
|
+ 1
|
-1
|
|
+ 2
|
- 2
|
|
0
|
0
|
|
REAKSI
PERISIKLIK DALAM STEREOKIMIA
Sudah sangat diketahui
bahwa diena hanya bisa masuk dalam reaksi sikloadisi dengan dienofil dalam
bentuk cisoid dan laju reaksi dengan
diena rantai terbuka bergantung pada proporsi keseimbangan dari konformer
cisoid / transoid. Sehingga substituen di dalam diena secara signifikan dapat
mempengaruhi laju reaksi tidak hanya karena karakter elektroniknya tetapi
dengan pengaruhnya terhadap proporsi relatif dari konformer yang berbeda.
Karenanya pada contoh
butadiena I tersubstitusi- cis I kurang reaktif dibanding trans isomer II nya
karena meruahnya R tidak disukai pada konformasi cisoid.
Substituen-2 yang meruah pada diena disukai oleh konformasi cisoid melebihi
transoid sehingga diena dalam hal ini menjadi lebih reaktif.
REAKSI
PERISIKLIK DALAM BIOKIMIA
Reaksi perisiklik juga
terdapat dalam beberapa proses biologis:
·
Penataan ulang Claisen pada korismat menjadi prefenat di hampir
semua organisme prototropik
·
Pembukaan cincin
elektrosiklik fotokimia, non-enzimatik, dan pergeseran hidrida sigmatropik
(1,7) dalam sintesis vitamin D
·
Konversi berkatalis
isokorismat piruvat liase pada isokorismat menjadi salisilat dan piruvat.
Terdapat 3 tipe reaksi perisiklik yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik. Reaksi sikloadisi adalah reaksi di mana dua molekul bergabung membentuk sebuah cincin. Dalam reaksi ini dua ikatan pi diubah menjadi ikatan sigma. Contoh reaksi sikloadisi ialah reaksi Diels-Alder. Sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4], dan lain-lain. Dua angka tersebut melambangkan jumlah electron pi yang terlibat dalam suatu reaksi sikloadisi. Berikut ini contoh sederhana reaksi sikloadisi :
Reaksi elektrosiklik adalah antar-ubahan
(interconversion) serempak dari suatu poliena berkonjugasi dan suatu
sikloalkena. Reaksi kebalikannya, yaitu reaksi pembukaan cincin, berlangsung
dengan mekanisme yang sama, tetapi dengan arah berlawanan. Sedangkan penataan
ulang sigmatropik ialah geseran intermolekul serempak dari suatu atom atau
gugus atom.
Senyawa 2,4,6-Oktatriena merupakan senyawa hidrokarbon
berantai delapan tak jenuh berikatan ganda. Jumlah ikatan ganda pada senyawa
ini adalah tiga oleh karena itu senyawa ini termasuk dalam kelompok triena.
Ikatan ganda pada 2,4,6-oktatriena berselang-seling sehingga memungkinkan
electron gugus fungsi dapat dipindahkan sepanjang rantai karbon atau dengan
kata lain ikatan ganda pada senyawa ini dapat mengalami konjugasi.
2,4,6-oktatriena yang lebih umum dipasarkan dalam bentuk
2,6-dimetil-2,4,6-oktatriena.

Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan
1,3-butadiena dapat mengalami sikloadisi [6+4]. Hal ini karena 2,4,6-oktariena
memiliki 6 elektron pisedangkan1,3-butadiena memiliki 4 elektron pi. Reaksi
sikloadisi [6+4] adalah jenis sikloadisi antara sistem pi enam atom dan sistem
pi empat atom, yang mengarah ke cincin beranggota sepuluh. Reaksi sikloadisi
[6+4] merupakan reaksi sikloadisi tingkat tinggi. Berikut reaksi yang terjadi:

Sedangkan reaksi elektrofiliknya
dapat dilihat pada reaksi di bawah. 2,4,6-oktatriena dapat mengalami reaksi
elektrosiklik melalui dua mekanisme. (2E, 4Z, 6E)-oktatriena dapat bereaksi
menjadi cis 5,6-dimethyl-1,3-cyclohexadiena
dengan gerakan disrotasi. Sementara itu (2E, 4Z, 6Z)-oktatriena dapat
bereaksi menjadi cis 5,6-dimetil-1,3-sikloheksadiena
dengan gerakan konrotasi.Sebaliknya (2E,
4Z, 6E)-oktatriena dapat bereaksi menjadi trans 5,6-dimethyl-1,3-cyclohexadiena
dengan gerakan konrotasi dan (2E, 4Z, 6Z)-oktatriena dapat bereaksi menjadi
trans 5,6-dimetil-1,3-sikloheksadiena
dengan gerakan disrotasi
Reaksi penataan ulang
sigmatropik dikelompokkan berdasarkan sistem penomoran rangkap yang merujuk ke
posisi-posisi relative atom yang
terlibat dalam perpindahan. Pada senyawa 2,4,6-oktatriena, penataan-ulang
sigmatropik yang terjadi adalah penataan-ulang sigmatropik [3,3]. Hal ini
karena atom 3dari gugus berpindah menjadi terikat pada atom 3 dari rantai
arkenil..

Pertanyaan :
1. Apa yang dimaksud dengan diena?
2. Sebutkan 3 tipe reaksi
perisiklik?
3. jelaskan yang dimaksud reaksi
Diels-Alder?


Haii yoga
ReplyDelete2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik.
2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik.
ReplyDeleteTerimakasih yoga, saya akan mencoba menjawab
ReplyDelete2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik.
2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik
ReplyDeleteTerimakasih paparannya bolodewo,
ReplyDelete2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik.
3. Reaksi diels-alder adalah reaksi kimia organik antara diena terkonjugasi dengan alkena tersubsitusi. umumnya dinamakan sebagai dienofil membentuk sikloheksena tersubstitusi.
Terimakasih Yoga Andika S,
ReplyDeleteSaya akan mencoba menjawab
2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik.
3. Reaksi diels-alder adalah reaksi kimia organik antara diena terkonjugasi dengan alkena tersubsitusi. umumnya dinamakan sebagai dienofil membentuk sikloheksena tersubstitusi.
Terimakasih Yoga Andika S,
ReplyDeleteSaya akan mencoba menjawab
2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik.
3. Reaksi diels-alder adalah reaksi kimia organik antara diena terkonjugasi dengan alkena tersubsitusi. umumnya dinamakan sebagai dienofil membentuk sikloheksena tersubstitusi.
Halo Yoga menurut saya jawaban no 3. Reaksi diels-alder adalah reaksi kimia organik antara diena terkonjugasi dengan alkena tersubsitusi. umumnya dinamakan sebagai dienofil membentuk sikloheksena tersubstitusi.
ReplyDelete2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik
ReplyDelete1. Diena adalah nukleofil yang kaya elektron. dimana disini terdapat gugus pendonor elektron yang membuatnya lebih reaktif. Diena harus dalam keadaan konformasi s-cis karena jika tidak seperti itu tidak akan reaktif.
ReplyDelete2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik.
3. Reaksi diels-alder adalah reaksi kimia organik antara Diena terkonjugasi dengan alkena tersubstitusi. umumnya dinamakan sebagai dienofil, membentuk sikloheksena tersubstitusi.
1. Diena adalah nukleofil yang kaya elektron. dimana disini terdapat gugus pendonor elektron yang membuatnya lebih reaktif. Diena harus dalam keadaan konformasi s-cis karena jika tidak seperti itu tidak akan reaktif.
ReplyDelete2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik.
3. Reaksi diels-alder adalah reaksi kimia organik antara Diena terkonjugasi dengan alkena tersubstitusi. umumnya dinamakan sebagai dienofil, membentuk sikloheksena tersubstitusi.
hai yoga...
ReplyDelete2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik
Terimakasih yoga
ReplyDelete2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik.
3. Reaksi diels-alder adalah reaksi kimia organik antara diena terkonjugasi dengan alkena tersubsitusi. umumnya dinamakan sebagai dienofil membentuk sikloheksena tersubstitusi.
ReplyDelete1. Diena adalah nukleofil yang kaya elektron. dimana disini terdapat gugus pendonor elektron yang membuatnya lebih reaktif. Diena harus dalam keadaan konformasi s-cis karena jika tidak seperti itu tidak akan reaktif.
2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik.
3. Reaksi diels-alder adalah reaksi kimia organik antara Diena terkonjugasi dengan alkena tersubstitusi. umumnya dinamakan sebagai dienofil, membentuk sikloheksena tersubstitusi.
Nah yoga
ReplyDelete3. Reaksi diels-alder adalah reaksi kimia organik antara Diena terkonjugasi dengan alkena tersubstitusi. umumnya dinamakan sebagai dienofil, membentuk sikloheksena tersubstitusi.
1. Diena adalah nukleofil yang kaya elektron. dimana disini terdapat gugus pendonor elektron yang membuatnya lebih reaktif. Diena harus dalam keadaan konformasi s-cis karena jika tidak seperti itu tidak akan reaktif.
ReplyDelete2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik.
3. Reaksi diels-alder adalah reaksi kimia organik antara Diena terkonjugasi dengan alkena tersubstitusi. umumnya dinamakan sebagai dienofil, membentuk sikloheksena tersubstitusi.
Maksih yoga
ReplyDeleteUntuk jawaban no 3. Reaksi diels-alder adalah reaksi kimia organik antara Diena terkonjugasi dengan alkena tersubstitusi. umumnya dinamakan sebagai dienofil, membentuk sikloheksena tersubstitusi.
Oke ga
ReplyDelete1. Diena adalah nukleofil yang kaya elektron. dimana disini terdapat gugus pendonor elektron yang membuatnya lebih reaktif. Diena harus dalam keadaan konformasi s-cis karena jika tidak seperti itu tidak akan reaktif.
2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik.
3. Reaksi diels-alder adalah reaksi kimia organik antara Diena terkonjugasi dengan alkena tersubstitusi. umumnya dinamakan sebagai dienofil, membentuk sikloheksena tersubstitusi.
Holla yogg, bantu jwb no 3 : Reaksi diels-alder adalah reaksi kimia organik antara Diena terkonjugasi dengan alkena tersubstitusi. umumnya dinamakan sebagai dienofil, membentuk sikloheksena tersubstitusi.
ReplyDelete3. Reaksi diels-alder adalah reaksi kimia organik antara Diena terkonjugasi dengan alkena tersubstitusi. umumnya dinamakan sebagai dienofil, membentuk sikloheksena tersubstitusi.
ReplyDelete3. Reaksi diels-alder adalah reaksi kimia organik antara Diena terkonjugasi dengan alkena tersubstitusi. umumnya dinamakan sebagai dienofil, membentuk sikloheksena tersubstitusi.
ReplyDeleteUntuk jawaban nomor 2 Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik.
ReplyDelete1. Diena adalah nukleofil yang kaya elektron. dimana disini terdapat gugus pendonor elektron yang membuatnya lebih reaktif. Diena harus dalam keadaan konformasi s-cis karena jika tidak seperti itu tidak akan reaktif.
ReplyDelete2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik
1. Diena adalah nukleofil yang kaya elektron. dimana disini terdapat gugus pendonor elektron yang membuatnya lebih reaktif. Diena harus dalam keadaan konformasi s-cis karena jika tidak seperti itu tidak akan reaktif.
ReplyDelete2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik
Terimakasih Yoga Andika S,
ReplyDeleteSaya akan mencoba menjawab
2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik.
3. Reaksi diels-alder adalah reaksi kimia organik antara diena terkonjugasi dengan alkena tersubsitusi. umumnya dinamakan sebagai dienofil membentuk sikloheksena tersubstitusi.
3. Reaksi diels-alder adalah reaksi kimia organik antara Diena terkonjugasi dengan alkena tersubstitusi. umumnya dinamakan sebagai dienofil, membentuk sikloheksena tersubstitusi.
ReplyDeleteTerimakasih Yoga Andika S,
ReplyDeleteSaya akan mencoba menjawab
2. Yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik.